Tren penggunaan kertas lukis dalam seni kontemporer semakin populer di kalangan seniman dan penggemar seni. Kertas lukis, yang biasanya digunakan untuk membuat sketsa dan lukisan, kini menjadi bahan utama dalam karya seni kontemporer yang kreatif dan inovatif.
Menurut seniman terkenal, Pablo Picasso, “Kertas lukis adalah media yang sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk berekspresi dengan berbagai teknik.” Hal ini juga diamini oleh ahli seni kontemporer, Sarah Thornton, yang menyatakan bahwa “penggunaan kertas lukis dalam seni kontemporer mencerminkan kebebasan dan kreativitas seniman dalam mengekspresikan ide-ide mereka.”
Salah satu contoh tren penggunaan kertas lukis dalam seni kontemporer adalah karya seniman Indonesia, Arahmaiani. Dalam karyanya yang berjudul “The Past Has Not Passed” (2019), Arahmaiani menggunakan kertas lukis sebagai medium untuk mengekspresikan konsep tentang masa lalu dan keterhubungan antara manusia dan alam.
Selain itu, seniman asal Jepang, Yayoi Kusama, juga dikenal dengan karyanya yang menggunakan kertas lukis sebagai medium utama. Kusama sering menggunakan pola-pola geometris dan warna-warna cerah dalam karyanya yang memukau dan memikat para penonton.
Dengan adanya tren penggunaan kertas lukis dalam seni kontemporer, semakin banyak seniman yang bereksperimen dengan medium ini untuk menciptakan karya-karya yang unik dan berbeda. Hal ini juga mencerminkan perkembangan seni kontemporer yang terus berubah dan berkembang seiring dengan zaman.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tren penggunaan kertas lukis dalam seni kontemporer merupakan sebuah inovasi yang menarik dan menjanjikan bagi dunia seni rupa. Semoga tren ini dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi seniman masa depan.